Sejak bayi, Francis tidur di kamar tidur ayah dan ibu. Sudah sejak lama kami ingin menyiapkan kamar tidur sendiri untuk dia, namun baru Sabtu ini (09/04/2022) mulai terealisir. Belum selesai sih, namun sudah 70% selesai lah. Persiapan untuk merapikan 1 kamar, berbuntut panjang menjadi merapikan kamar-kamar lainnya. Capek, namun seru!
Pagi hari kami mulai dengan sarapan sambil mendiskusikan rencana perapian kamar. Pertama-tama perlu mengeluarkan lemari kecil di kamar kami, yang rencananya akan menjadi lemari baju Francis. Setelah keluar dan dibersihkan, kami perlu memindahkan rak kayu jati sepanjang kira-kira 2 meter kali 50-an sentimeter.
Tugas berikutnya memindahkan lemari pakaian kami yang ada di kamar Francis. Pekerjaan ini yang cukup berat, mengingat lemari pakaian yang besar dan tulang belakangku yang tidak boleh terkena pekerjaan pengangkatan berat. Setelah baju dalam lemari sudah dipindah sementara, barulah kami geser lemari tersebut ke kamar kami sambil dibersihkan dari debu-debu.
Berikutnya adalah memindahkan rak buku yang juga cukup besar. Tingginya hampir 2 meter dengan panjang sekitar 150-an sentimeter dan lebar 40-an sentimeter. Rak ini akan dipindahkan ke ruang kerja kami. Alhasil, ruang kerja juga perlu dirapikan; termasuk memindahkan rak serbaguna ke ruangan gudang.
Efek domino pekerjaan pemindahan terus berlanjut. Barang dari ruang 1, dipindah ke ruang lain, dan seterusnya. Kami mulai memindahkan sekitar pukul 7 pagi, dan berakhir sekitar pukul 12. Syukurlah kami dibantu mbak yang biasa mencuci dan membereskan rumah. Kalau tidak, kami pasti akan menghabiskan waktu lebih lama lagi.
Selepas makan siang,akhirnya kamar Francis sudah cukup rapi untuk ditempati. Mainan-mainan dan barang-barang kesukaannya sudah dipindahkan ke kamar. Baju, celana, pakaian dalam, meja belajar dan papan tulisnya juga sudah siap dipakai. Nampaknya Francis juga sudah siap untuk pindah. Tiap kali ditanya, Ia selalu menyatakan kemauannya untuk tidur di kamar barunya.
Kami berdua juga senang. Rencana yang sudah lama digagas, akhirnya kesampaian juga. Hasilnya pun oke. Kamar tidur kami jadi nampak sebagai kamar orang tua. Kamar Francis pun nampak pas dengan dia. Kamar kerja juga lebih segar. Badan letih tapi senang. Masih ada pekerjaan rumah sedikit, yaitu menaikkan daya listrik supaya kamar Francis dapat dipasangi air conditioner.
Ah, Sabtu yang produktif!