Sebagai seseorang yang menggemari kegiatan memasak, pergi ke pasar adalah hal yang kunanti-nanti. Sayangnya dalam masa pandemi ini, demi kesehatan bersama, kegiatan ini tergantikan dengan belanja online. Namun karena jumlah kasus covid yang semakin menurun, kami pun memberanikan diri ke pasar dengan protokol kesehatan yang ketat.
Hari ini hari Minggu, kami akan berkunjung ke rumah orang tua. Dan lebih spesial lagi adalah karena kami mampir dulu ke pasar untuk membeli sarapan. Ternyata tidak hanya aku, Francis pun sangat bersemangat masuk ke dalam pasar. Baru masuk beberapa langkah, ia sudah melihat ada kue mangkok favoritnya yang berwarna merah muda.
“Bu, Francis mau kue mangkok ya!” Kuminta Francis bertanya ke pedagang kue berapa harganya dan memberinya uang untuk membeli kue mangkok. Wajahnya terlihat sangat senang karena diberi kesempatan membeli kue kesukaannya.
Kami pun berjalan lagi menuju tempat bubur ayam favorit. Sayang sekali si penjual tidak berjualan di hari ini. Francis pun memberi ide untuk melihat ikan-ikan. Dengan semangat ia menarik tangan saya sambil menunjuk letak pedagang ikan. Ia sudah cukup hafal letaknya karena beberapa waktu lalu kami juga berkunjung ke pasar yang sama.
“Ibu, lihat ada ikan lele! Wah itu belut ya, Bu? Kalau itu ikan apa sih? Waaa itu Salmon kan yaaaa” Banyak pertanyaan dan komentar dilontarkannya selama kami berada di area penjual ikan. Ia sangat senang karena ada ikan-ikan yang masih hidup dan berenang di akuarium. Ia juga kuajak melihat jenis seafood lain seperti kerang, kepiting dan lainnya.
“Kita kesana Ibu!” Francis pun mengajakku menjelajah pasar. Mulai dari pedagang daging sapi, ayam, buah-buahan sampai ke sayur-sayuran. Akupun dengan senang hati memperkenalkan Francis bahan-bahan makanan yang ada di pasar. Aku ingin Francis juga kelak punya rasa yang sama seperti yang kumiliki, kesenangan membuat makanan sendiri. Aku percaya jika ia bisa membuat makanannya sendiri, ia juga akan lebih bijak dalam memelihara kesehatannya.
Akhirnya kami menutup jalan-jalan di pasar hari ini dengan membeli sekilo buah jeruk peras. Francis pun kuminta bertanya pada pedagang buah tersebut, bagaimana memilih jeruk yang bagus dan manis. Terlihat Francis sangat bersemangat ikut membantu memilih jeruk yang akan kami beli. Sesampai di rumah Oma dan Opanya, ia pun lalu bercerita bahwa ia membeli jeruk dan kue dari pasar. Hari Minggu yang seru!
MYOTB Day 2
Minggu, 10 April 2022