Kesedihan Luthier Tegal Parang

“Kami lagi libur,” katanya ketika membuka pintu rumah yang sekaligus bengkel pembuatan dan perbaikan gitar. “Yah. Kayaknya bakal seperti tujuan sebelumnya, yang tutup pada hari Minggu,” pikirku. Namun Pak Tirto tetap mempersilakanku masuh ke rumah sederhananya. Sebuah sofa berbentuk L yang cukup untuk 6 orang dan sebuah meja menungguku. Di dinding sebelah kiri terdapat semacam kain kanvas, yang berisi coret-coretan […]

Read more

Angan Khusus

Katanya setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan. Begitu tertulis di undang-undang negara kita. Apakah benar demikian adanya? Mungkin bagi pendidikan umum, sedang menuju ke sana. Namun bagi pendidikan yang tidak biasa? Mungkin masih menjadi angan-angan. Suatu waktu aku berkesempatan berkunjung ke sebuah sekolah yang memiliki departemen untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Saat itu aku ingin belajar, khusus […]

Read more

Olimpiade Matematika dari Papua

Siang ini aku berkesempatan jumpa dengan anak-anak dari Papua, yang akan diberangkatkan oleh Surya Institute, pimpinan Prof. Yohanes Surya, untuk ikut olimpade matematika. Mereka saat ini sedang ikut program pengayaan. Setiap hari mereka belajar memahami teori dan juga mengerjakan soal-soal matematika. Tapi tak lupa, mereka juga diberikan waktu untuk main-main. Semoga berhasil adik-adik!

Read more

Peperangan di Halte Arion

“Masya Allah dek. Situ pasti uangnya banyak. Kok tega sama ibu.” Kalimat itu terngiang di kepalaku dan mengguncang diri, saat berapa minggu lalu bertemu seorang ibu di halte Arion, Rawa Mangun. Dan malam kemarin aku melihatnya lagi di tempat yang sama. Pertemuan pertama dengan si ibu terjadi saat aku duduk di halte bus di Arion. Saat itu aku baru pulang […]

Read more

Penyesalan Orang-orang Sekarat

Memang benar adanya bahwa penyesalan selalu datang belakangan, bahkan menjelang kematian. Penyesalan-penyesalan itulah yang dicatat oleh Bronnie Ware, seorang perawat yang bertugas menemani pasien-pasien sekarat selama 12 minggu terakhir mereka. Catatan Ware dalam blog-nya, Inspiration and Chai, kemudian dibukukan menjadi The Top Five Regrets of the Dying. Di dalamnya berisi kearifan yang didapat orang-orang sekarat semasa hidupnya dan bagaimana kita […]

Read more

Dari Psikolog Jadi Pembuat Kue

“Lalu (gelar) S2-nya mau diapain?” Begitulah komentar yang diterima Andita Saviera (28) saat memutuskan meninggalkan aktivitas sebagai psikolog dan menjadi seorang pembuat kue. Namun ia tetap melaju menjalani hasrat hatinya itu dan menemukan kegembiraan dalam profesi barunya. Ibu dari Naura Khalila (2,5) ini pada mulanya adalah lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Selepas lulus tahun 2005, ia langsung lanjutkan ke jenjang […]

Read more

Kabar Menyesakkan

Ketidakberhasilanku mendapatkan beasiswa untuk sekolah ke Belanda, mengingatkanku pada seorang kawan. Sebut saja namanya Eno. Pria bertubuh pendek namun kekar ini adalah temanku sedari TK hingga SMP. Karena sekolah kami tak ada SMA-nya, maka kami pun berpisah. Sejak saat itu aku tak lagi mengetahui kabar berita tentangnya. Sampai suatu saat, sebuah info sampai di telingaku. Katanya, dia mendapat kesempatan berkuliah […]

Read more