Kelanjutan dari perapian kamar Francis, hari Minggu kami pergi ke rumah oma dan opa Francis untuk mengambil air conditioner, sekitar pukul 7.30. Sebelumnya kami mampir ke rumah yangti dan yangkung karena ada titipan bakmie, oleh-oleh dari yangkung. Pas sekali, sarapan kesukaan Francis.
Sebelum sampai rumah oma-opa, kami mampir ke pasar untuk membeli beberapa hal; termasuk kudapan-kudapan tradisional. Francis paling suka makan kue mangkok, bacang ayam dan kerupuk. Selain itu, dia juga minta jeruk peras untuk dibuat jus jeruk.
Sesampainya di rumah oma opa, kami sarapan bersama. Francis memilih makan bakmie, dan kami pun berbagi bakmie bersama, karena hanya ada 2 bungkus untuk kami berlima.
Sebelum makan siang, kami ke rumah adik kami, tak jauh dari rumah oma dan opa. Setibanya di sana, lebih dulu Francis ikut Sekolah Minggu daring. Kata oma, Ia menyimak pelajaran sambil makan kue mangkok. Siang harinya, kami makan steamboat bersama, yang berisi sayuran dan daging. Menu makan siang itu juga disantap sampai malam. Plus, Francis makan 1 bacang ayam untuk makan malam.
Keesokan harinya, kami bertiga bangun tidur lebih cepat, sekitar pukul 5.30. Menu sarapan kami pagi ini adalah roti gandum, mentega dan meses. Sebelum makan roti, Francis dan ayah membuat jus jeruk. Kami menyiapkan cangkir untuk memeras, 2 jeruk peras, talenan dan pisau. Ayah memotong jeruk, lalu Francis memeras. Saat memeras, Francis perlu bantuan ayah untuk menyelesaikan perasan. Setelah 2 jeruk selesai terperas, Francis mencoba jus jeruknya.
“Masih asem,” katanya.
Ayah lalu menambahkan air gula ke dalam jus, dan Francis mencobanya. Ia mengangkat jempol tanda persetujuan jus yang sudah enak.
Setelah itu, ibu dan Francis menyiapkan roti dan sarapan roti dengan meses. Sebelumnya, kami tak lupa berdoa; untuk bersyukur atas makanan dan memohon perlindungan untuk kegiatan kami hari ini.