Hari ini kami ditugaskan untuk memilih sebuah buku dari perpustakaan calon sekolah baru Francis. Aku siapkan laptop lalu kubuka website perpustakaannya. Francis langsung mengenali bahwa itu dari calon sekolah barunya sesaat sesudah melihat logo sekolah. “Wah itu kan sekolah Ncis yang baru!” Ternyata logo tersebut sudah terpatri diingatan Francis.
“Francis, kamu pilih mau buku yang mana untuk dipinjam dan dibaca di rumah. Besok kita ambil di sekolah.” Satu persatu gambar dari buku tersebut kuperlihatkan pada Francis sambil kubacakan judulnya. Setiap judul buku kubacakan ia langsung menyambar, “Ncis mau yang ini! Ncis mau yang itu! Ya, yang ini aja Bu! Nah ini aja!” Aku sampai harus memberi tahu berulang kali bahwa dia hanya bisa meminjam satu buku saja.
Ternyata melihat cover buku dan mendengar judulnya juga kegiatan yang seru untuk dilakukan. Ia tampak excited memilih buku. Tak jarang ia bertanya, “Ini isi bukunya seperti apa, ibu?” Lalu kuberi tahu bahwa kita tidak tahu isinya seperti apa, setelah dipinjam, baru kita bisa melihat isinya.
Akhirnya Francis menjatuhkan pilihan pada buku berjudul “Angin”. Ketika ditanyakan alasannya memilih buku tersebut, ia menjawab karena ia suka dengan angin. Menurut Francis, tubuhnya juga bisa mengeluarkan angin seperti mulut yang menghembuskan angin. Ia juga bercerita bahwa ia tertarik dengan gambar kincir angin.
Sebelum menetapkan pilihannya, Francis kuajak untuk mempertimbangkan beberapa buku yang tadi juga ia sukai. Setelah dibanding-bandingkan, akhirnya ia mantap memilih buku “Angin”. Aku pun lalu memberi tahu Francis bahwa keinginannya meminjam buku “Angin” akan disampaikan ke sekolah agar disiapkan oleh pustakawan. Ia tampak tak sabar mau membaca buku yang dipilihnya.
Day 5 MOYTB
Rabu, 13 April 2022