Setelah memilih buku tentang angin, pagi hari sebelum berangkat ke sekolah, kami sempatkan mengambil buku tersebut di TK. Ibu dan Francis mengambil buku sedangkan aku menunggu di mobil. Begitu mereka kembali, keduanya nampak senang dengan buku barunya. Lalu kami berangkat ke sekolah.
Sembari menunggu ibu ke sekolah, aku dan Francis membaca dan mendiskusikan isi buku. Kami membahas salah satu halaman dengan cukup intens. Halaman itu berisi tentang turbin angin yang dimanfaatkan untuk listrik rumah tangga. Terdapat gambar beberapa turbin angin, di mana salah satu turbinnya terhubung dengan rumah dengan perantara kabel dan sebuah gambar serupa batere.
Beberapa hari sebelumnya Francis bermain games, di mana ia bermain peran menciptakan tenaga listrik bagi rumah-rumah menggunakan tenaga angin. Pada games tersebut angin menggerakkan turbin lalu menghasilkan listrik yang dapat dipakai untuk menghidupkan peralatan elektronik.
Namun di buku yang sedang dibaca, sepertinya Francis mengartikan bahwa justru turbinlah yang membutuhkan tenaga listrik. Mungkin karena ada kabel yang menghubungkan antara rumah dan turbin.
“Kenapa turbinnya pakai listrik?” tanyanya.
Lalu kujelaskan sambil mengarahkan jariku untuk menjelaskan proses menghasilkan listrik tenaga angin.
“Angin menggerakkan turbin, lalu turbin akan menghasilkan tenaga listrik dan masuk ke rumah, lalu bisa dipakai untuk peralatan-peralatan,” jawabku. Beberapa kali aku menjelaskan proses tersebut, dengan harapan ia bisa memperbaiki konsep yang dipahami sebelumnya.
“Oh begitu,” nampaknya dia sudah jelas dengan ceritaku.