Memilih Angin

Hari iini Francis diminta memilih buku untuk dipinjam dari perpustakaan. Aku tidak ikut dalam proses pemilihan tersebut, karena mendadak perlu ada pertemuan yang dihadiri.

Seselesainya dari rapat, aku sempatkan ngobrol tentang pilihannya. Saat memilih bersama ibu, ia menunjuk buku berjudul Angin.

Kutanya, “kenapa pilih buku angin?”

“Karena Ncis suka angin,” jawabnya.

“Apa karena Ncis suka masuk angin? Atau karena suka keluar angin?” tanyaku sambil bercanda.

“Kalau keluar angin dari belakang itu namanya kentut,” jawabnya sambil kami semua tertawa.

Lalu aku teringat sesuatu. Beberapa hari lalu ia bermain games di laptop, tentang simulasi memasang turbin yang menghasilkan listrik lalu dapat menyalakan lampu. Mungkin nampaknya secara tidak sadar Francis memilih buku itu karena ada gambar kincir angin di sampul buku tersebut. Bisa jadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *