Hari Sabtu, Francis dan oma opanya berenang di dekat rumah. Di salah satu kolamnya terdapat luncuran yang tinggi dan berkelok. Luncuran ini mungkin sekitar 4 meter tingginya, dan memiliki 2 kali putaran hingga sampai ke bawah. Di ujung luncuran, ada kolam sedalam sekitar 30 cm.
Aku dan Francis pernah mencoba menaiki luncuran ini; mungkin di akhir-akhir tahun lalu. Saat ini Francis masih dipangku, karena masih takut untuk meluncur sendirian. Kami pernah meluncur sekali, lalu sampai di bawah, kami tercebur dan mulut serta hidung kami kemasukan air. Mungkin karena itu Ia enggan naik lagi.
Saat naik luncuran kemarin, Ia juga masih dipangku opanya saat meluncur. Namun pada percobaan berikutnya, ternyata Ia sudah berani sendirian. Kata oma Francis, Ia lalu meluncur berkali-kali setelah itu.
Sesampainya di rumah, Francis menceritakan pengalamannya.
“Waktu itu Ncis belum berani meluncur, tapi tadi sudah berani. Yeyyyy!” katanya sambil kegirangan.
“Memangnya sebelumnya takut?” tanyaku.
“Iya,” jawabnya.
Aku bangga sekali, terutama karena melihat perkembangan keberanian Francis saat berenang.