Di Tri Hari Suci ini, topik pembicaraan bersama Francis seringkali seputar Paskah. Hal ini dikarenakan hampir setiap hari ada kegiatan misa online di rumah. Francis pun kini sudah semakin kritis dan makin besar rasa ingin tahunya. Sepertinya perkembangan kognitifnya pun sedang tumbuh pesat sehingga ia menjadi banyak mengeluarkan pertanyaan dan pendapat dari kepalanya.
“Bu, kenapa Tuhan Yesus dihukum? Dia kan tidak bersalah”
“Kenapa sih orang-orang itu pada sedih waktu Tuhan Yesus disalib? Kan mereka tahu Yesus akan bangkit.”
Bagi anak usia 5 tahun, obrolan ini sangat serius. Saat membaca kitab suci dan mendengar cerita Yesus, aku pikir ia hanya akan mengiyakan cerita atau bisa saja kurang tertarik dengan cerita tersebut. Kuanggap itu wajar karena untuk anak seusianya, cerita alkitab bisa dikatakan sudah jauh sekali konteksnya dengan jaman sekarang. Tidak ada lagi hukuman salib saat ini, tidak ada pula orang yang memakai kasut dan jubah seperti di masa Yesus hidup. Namun tampaknya Francis cukup tertarik bahkan kritis menanggapi cerita penyaliban Yesus.
Saat menanggapi cerita ini, aku pun berusaha mengajaknya untuk mencari informasi bersama. Aku pun mengambil Alkitab dan mencoba menceritakan kejadian saat itu menurut Alkitab. Francis juga memiliki buku Alkitab untuk anak yang bergambar sehingga memudahkan ia membayangkan kisah yang terjadi di masa itu. Dari situ percakapan kami berubah dari cerita menjadi diskusi.
“Kira-kira kenapa ya, Ncis? Kok mereka menghukum Yesus ya?”
“Wah, iya juga ya, padahal kan mereka udah dikasi tahu sama Tuhan Yesus kalau nanti Yesus akan bangkit.”
Begitu responku pada Francis sambil kami mencari informasi dari buku-buku di perpustakaan mini di rumah kami. Senang rasanya bisa mulai mengobrol serius dengan Francis. Dari obrolan ini, aku tidak hanya membantu ia belajar memenuhi rasa ingin tahunya tapi juga belajar bagi diriku sendiri. Menambah khazanah pengetahuanku menjadi lebih kaya lagi. Terima kasih Ncis, Ibu jadi banyak belajar lagi bersama kamu.
MOTyB Day 9
Sabtu, 17 April 2022