Di masa pandemi ini, asupan buah yang kaya vitamin menjadi penting. Paling tidak, satu hari perlu ada satu macam buah yang dikonsumsi oleh keluarga kami. Selain karena kandungan vitaminnya, buah juga sarat serat yang akan membantu kelancaran pencernaan. Oleh karena itu, sebagai kudapan, buah sering kutawarkan pada Francis.
Hari ini kami makan apel. Jenis apel yang biasa keluarga kami konsumsi adalah apel fuji yang rasanya manis dengan tekstur garing. Biasanya aku menyajikannya dengan dikupas dan dipotong kecil-kecil agar dapat dengan mudah dikonsumsi Francis. Namun hari ini Francis ingin mencoba hal baru.
Beberapa waktu lalu ia melihat temannya mengkonsumsi buah apel utuh, lengkap dengan kulit serta tidak dipotong-potong. Ia pun kemudian meminta hal tersebut. Akhirnya kuusahakan untuk mencuci sebersih mungkin buah apelnya agar dapat langsung dikonsumsi Francis. Aku agak khawatir juga karena buah tersebut bukan buah organik sehingga mungkin kulit buahnya juga disemprot oleh pengusir serangka kimiawi. Namun demikian, Francis merasakan pengalaman yang berbeda memakan buah apel utuh. Awalnya ia tampak semangat namun perlahan ia pun berhenti. “Bu, dikupas dan dipotong sajalah apelnya. Tolong ya Ibu” kata Francis kepada aku. Ternyata mungkin ia merasakan rasa yang berbeda ketika menikmati kulit apel. Ada tekstur yang mungkin juga memberi rasa yang lebih keras dibanding daging buah apel.
Setelah diberi potongan apel yang sudah dikupas, Francis pun lahap menyantap apel tersebut. Seringkali ia menikmati apel tersebut di pagi atau sore hari. Selain apel, Francis juga menyukai beberapa buah lain. Ia senang dengan buah lengkeng, rambutan, durian, mangga, kolang-kaling dan anggur. Memang selera Francis banyak di buah-buah eksotis khas Indonesia sehingga perlu menanti musim buah tersebut baru bisa dengan puas dikonsumsi.
MYOTB day 8
Sabtu, 16 April 2022