Gawai

Sabtu, 10 Desember 2022 – MOTyB

Francis tidak memiliki gawai namun demikian ia acap kali menggunakan gawai milik saya atau suami. Tidak jarang pula ia menggunakan gawai dari nenek atau omanya. Ia pertama kali dipaparkan pada gawai ketika masih sekitar 1 tahun dan melakukan video call dengan saudara yang jauh tempatnya. Selanjutnya ia diberi akses kepada tontonan sesuai usianya menggunakan laptop atau smartphone.

Sekarang ia semakin besar, ditambah juga kondisi pandemi dan sekolah online, ia mulai intens menggunakan laptop. Penggunaan laptop dengan akses internet yang Francis lakukan dan kami ijinkan yaitu aplikasi Zoom & Whatsapp Web untuk bertegur sapa dengan teman atau keluarga yang jauh atau sedang isolasi mandiri, melakukan aktivitas kreatif menggunakan aplikasi Canva, bermain games edukatif di situs PBS Kids dan di aplikasi Minecraft Education dan menyaksikan tontonan ramah anak dengan situs youtube kids, disneyplus dan netfilx for kids.

Untuk penggunaan handphone, ia cukup jarang menggunakannya. Namun jika menggunakan ponsel saya, biasanya ia akan membuka aplikasi youtube kids, khan academy for kids atau whatsapp untuk bertukar pesan dengan opa opa atau ayahnya. Tidak ada games di ponsel saya, jadi ia tidak terlalu tertarik memanfaatkan ponsel saya.

Bagi saya, anak wajib dikenalkan dengan penggunaan gawai yang benar. Fungsi utamanya perlu dikenalkan. Contohnya adalah ponsel, fungsi utamanya untuk berkomunikasi. Jadi kalau ada fitur tambahan untuk hiburan, hal itu bukan yang terutama. Selain itu, saat menggunakan ponsel, saya juga perlu terus mengingat bahwa perilaku saya dicontoh oleh Francis. Jadi penggunaan ponsel terutama di sekitar Francis perlu dibatasi agar Francis tidak melihat bahwa perilaku berkutat dengan gawai terus menerus sebagai hal yang bisa diterima. Untuk laptop, aplikasi yang cukup sering saya gunakan pun saya kenalkan ke Francis agar ia paham cara penggunaannya. Penting bagi anak di era digital ini untuk dikenalkan dan diajarkan menggunakan gawai dengan benar.

Pendampingan adalah hal yang juga penting. Tidak boleh Francis memegang gawai yang terkoneksi dengan internet tanpa pendampingan orang dewasa. Hal ini bisa dilakukan dengan tidak memberikan gawai menjadi milik Francis. Penggunaan gawai hanya bisa dilakukan dengan meminjam gawai orang tua. Hal ini ini berarti kami bisa mengontrol kapan dan apa yang ia akan lakukan dengan gawai tersebut. Tentu kami juga akan membuka diskusi dan memberi alasan mengapa ada hal yang boleh dan tidak boleh ia lakukan dengan gawai tersebut. Ada juga permainan atau tontonan yang tidak sesuai dengan usianya atau memang tidak baik baginya. Hal ini sering menjadi ruang diskusi bagi kami orang tua dengan Francis.

Banyak hal yang perlu kami perbaiki sebagai orang tua. Pengalaman pendampingan penggunaan gawai pada anak ini tentu hal yang baru bagi kami. Tidak ada contoh dari orang tua kami sebelumnya karena gawai baru ada ketika kami sudah beranjak dewasa. Sebagai orang tua yang bekerja dan menghabiskan banyak waktu di depan laptop juga ponsel, kami perlu benar-benar menyadari bahwa Francis meneladani perilaku kami. Kami perlu senantiasa “aware” dengan hal ini. Semoga kami bisa menjadi teladan yang baik sehingga Francis bisa bijak menggunakan gawai. Selain itu, kami berharap bisa menjadi pendamping yang membantu Francis menjadi warga digital yang bijak serta mengajarinya hal-hal praktis dan mendasar agar aman menggunakan gawai.

-Ibu-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *