Author: FA Triatmoko HS
semoga tidak
jelaskan padaku, bahwa kata-kata itu tak sungguh-sungguh. ceritakan dengan jelas, jika kata-kata itu tak seperti yang terucap.
Read moremengurungkan niat
terbenamnya matahari sore ini, diikuti tenggelamnya asa akan dirimu. — beberapa kata darimu, digabung dengan tatapan sayumu, sudah cukup membuat patahan bagiku. tangan ini, yang tadinya telah bersiap, jadi mengurungkan niat untuk menyapamu. dan akupun tersungkur di bawah kata-katamu
Read moresayangi dia
sayangilah pepohonan, bukan karena rasa kenyang setelah menyantap buahnya. tidak juga untuk kekuatan sesudah kau makan daunnya. terlebih atas bangku kayu yang kau duduki saat ini. sayangilah dia, karena ia yang bisa menghasilkan buah. juga karena ia yang terus berdaun. lebih lebih atas akarnya yang menyimpan air. sayangi dia sebagaimana ia ada
Read moresurat untukmu
untukmu, yang sering kuperhatikan. selama ini, aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan. aku memandangi caramu berjalan; menghafalkan langkahmu itu, sehingga lain kali, aku akan dapat lebih mudah mengenalimu dari kejauhan. aku mengingat-ingat siapa saja kawanmu dekatmu; mereka akan kujadikan penanda kemunculanmu, sehingga lain kali, aku tahu kau akan datang dari datangnya mereka. aku memperhatikan raut wajahmu; mencari lalu menyimpan senyummu […]
Read morekunci pintu
pintu itu, sudahkah kubuka lagi? sepertinya telah, tapi, ragu-ragu dan akhirnya kututup kembali. engkau, yang sedang mengetuk ketuk, kenalkan dirimu terlebih dulu. aku, yang masih memegang daun pintunya, perlu tahu engkau dahulu. sebab, kedalaman pengetahuan membuatku tak lagi bimbang, untuk dengan sadar bukakan pintu.
Read moreberjalan terus
Rerumputan tak pernah merasa takut; Tak takut, Kalau kalau akan ditebang menjadi jerami. Tak gentar, Jika akan habis terpanggang matahari. Dia tak pernah takut mati. *hidup akan berjalan terus* Malu aku, Kematian selalu menjadi hantu di sampingku. Padahal, Apa beda Aku dengan Rumput? Sama-sama anak-anak kehidupan; Lahir, Berkembang, Dan akhirnya mati. Mengapa harus takut mati? Jika kehidupan akan berjalan […]
Read moretuntas sudah
seperti dedaunan yang menuntaskan kehausan di saat hari hujan, setelah lama kemarau berkuasa. hari ini, itu yang kurasakan. *kembali dari mengobrol di sore hari
Read moresatu? sudah tujuh
satu, dua, tiga? tidak.. telah tujuh. tidak terasa, sudah berganti tujuh tahun, sejak pertama mengenal dirimu. sudah dari pertemuan ke satu, aku terus mendatangimu. sampai kini, perjumpaan ke tujuh. dan tetap saja, tidak jenuh untuk mengulangnya lagi. *hidup kembali setiap tahun dalam obrolan senja
Read more…sebuah tetumbuhan di pinggir sungai
sudah beratus ratus hari, sejak kecil, ku tinggal di sini. di sini, tepat di pinggir sungai ini, kakiku telah tertancap kuat. dulu, bibir sungai ini, olehku dan beberapa kerabat, dijadikan ruang hidup. air airnya, di pagi hari menggelitiki jari kakiku dan di sore hari menyeka kotor di kakiku. sebagai ganti, kuberikan dedauan dan rerantingan untuk dikirimkan bagi yang butuh. dan […]
Read more