ada makna-makna yang kupahami,
ketika kulihat matamu di senja itu :
ketika kau bangun dari dudukmu,
membuka senyum,
berkata salam padaku
dan menanyakan kabarku.
Kumaknai begini :
seperti ada yang ingin kau sampaikan.
namun entah,
dinding apa yang menghalanginya.
sepertinya ada kalimat yang hendak kau katakan padaku,
tapi terhambat
dan tertahan dalam hatimu saja.
3 thoughts on “unspoken language”
jieee…jieeee…jieee….
prikitiiiwwwwww…. !!!
eh jadi pengen tahu
siapa c :
– si ‘merekah’
– si ‘oranje’ (apa ‘bunga oranje’)
– si ‘perempuan berpengetahuan’
????
hmmm
hmm
ck ck ck
keknya ‘kasih ta sampai semua’ dirimu yaaaa…
khehehehehe…
peace ah
semangat yaaaa…!!
love is on ur way š
oiy: temen gw kmren gak sengaja buka blog lo ini n dia ‘menerawang’ dirimu…
whuahahahaha…
detilnya nanti saja, kita ketemu di chat room yah
cu
hemmm…dalem banget, saiap ya dia, sampai kamu bisa memaknai isyarat bahasa tubuhnya š
Thanks udah visited di blog saya yang di ririn-poem
Judulnya diganti yah, Kek?
Tentang merekah, tulisan ini yg paling gw suka!
Semoga ‘unspoken language’mu dan ‘unspoken language’nyah dia bisa selaras…
Aku mau nenek baru!