Sedih adalah,
ketika tak sadar, berulang melihat kekosongan kamar saudara sedarah yang baru menautkan cincin sehidup semati.
Namun bahagia adalah,
ketika sadar ia akan memulai perjalanan yang lain dari biasa; dengan yang terkasih yang akan membawa menuju kebijaksanaan lelaki.
Selamat mengalami jalan baru, Mas dan Mbak. Yakinlah Dia selalu membimbing; bahkan saat sepertinya Ia tak ada.

2 thoughts on “Sedih Namun Bahagia”
🙂 well written, Dear.
Terima kasih! 🙂