Dari keran yang lupa kau tutup
mengucur begitu derasnya air bening, lagi segar.
Suara kemarahan pun
tak pelak lagi jadi santapanmu.
“Membuang-buang air!” Seru mereka.
—
Namun,
tak jauh dari tempatmu tertunduk takut; terancam,
sekelompok akar tengah menari
menyambut sang penghilang dahaga;
sang pembawa kehidupan,
beriringan menuju arahnya.
Dan serentak mengucap syukur atas pemberianmu.