kepalaku,
layaknya meja tempat pemimpin dunia
berdebat, memaksakan ideologinya.
ia bicara tentang itu,
dia bicara tentang ini;
silih berganti,
hingga terdengar ricuh.
tubuhku,
adalah korbannya!
medan pertempuran;
babak belur sana sini,
seperti tentara terbentur bebatuan.
berdarah atas bawah,
ibarat tertembak lawan perang.
ketegangan di tiap sendi,
mirip cemas menunggu musuh datang.