Kaca-kaca di matamu
tampak seperti akan segera pecah,
didorong dorong dan dibentur bentur
oleh kesedihan yang tak lagi mampu tertampung di hati.
—
Kataku :
lihatlah bintang, kawan.
Karna gugusan sinarnya,
niscaya, hanya airmata gembira yang akan terurai di wajahmu.
One thought on “lihatlah bintang, kawan”
Mok, I really like this piece…!! 🙂
Jiee… Me.re.kah