mengurungkan niat

terbenamnya matahari sore ini, diikuti tenggelamnya asa akan dirimu. — beberapa kata darimu, digabung dengan tatapan sayumu, sudah cukup membuat patahan bagiku. tangan ini, yang tadinya telah bersiap, jadi mengurungkan niat untuk menyapamu. dan akupun tersungkur di bawah kata-katamu

Read more

sayangi dia

sayangilah pepohonan, bukan karena rasa kenyang setelah menyantap buahnya. tidak juga untuk kekuatan sesudah kau makan daunnya. terlebih atas bangku kayu yang kau duduki saat ini. sayangilah dia, karena ia yang bisa menghasilkan buah. juga karena ia yang terus berdaun. lebih lebih atas akarnya yang menyimpan air. sayangi dia sebagaimana ia ada

Read more

surat untukmu

untukmu, yang sering kuperhatikan. selama ini, aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan. aku memandangi caramu berjalan; menghafalkan langkahmu itu, sehingga lain kali, aku akan dapat lebih mudah mengenalimu dari kejauhan. aku mengingat-ingat siapa saja kawanmu dekatmu; mereka akan kujadikan penanda kemunculanmu, sehingga lain kali, aku tahu kau akan datang dari datangnya mereka. aku memperhatikan raut wajahmu; mencari lalu menyimpan senyummu […]

Read more

kunci pintu

pintu itu, sudahkah kubuka lagi? sepertinya telah, tapi, ragu-ragu dan akhirnya kututup kembali. engkau, yang sedang mengetuk ketuk, kenalkan dirimu terlebih dulu. aku, yang masih memegang daun pintunya, perlu tahu engkau dahulu. sebab, kedalaman pengetahuan membuatku tak lagi bimbang, untuk dengan sadar bukakan pintu.

Read more

berjalan terus

Rerumputan tak pernah merasa takut; Tak takut, Kalau kalau akan ditebang menjadi jerami. Tak gentar, Jika akan habis terpanggang matahari. Dia tak pernah takut mati. *hidup akan berjalan terus* Malu aku, Kematian selalu menjadi hantu di sampingku.   Padahal, Apa beda Aku dengan Rumput? Sama-sama anak-anak kehidupan; Lahir, Berkembang, Dan akhirnya mati. Mengapa harus takut mati? Jika kehidupan akan berjalan […]

Read more

satu? sudah tujuh

satu, dua, tiga? tidak.. telah tujuh. tidak terasa, sudah berganti tujuh tahun, sejak pertama mengenal dirimu. sudah dari pertemuan ke satu, aku terus mendatangimu. sampai kini, perjumpaan ke tujuh. dan tetap saja, tidak jenuh untuk mengulangnya lagi. *hidup kembali setiap tahun dalam obrolan senja

Read more

…sebuah tetumbuhan di pinggir sungai

sudah beratus ratus hari, sejak kecil, ku tinggal di sini. di sini, tepat di pinggir sungai ini, kakiku telah tertancap kuat. dulu, bibir sungai ini, olehku dan beberapa kerabat, dijadikan ruang hidup. air airnya, di pagi hari menggelitiki jari kakiku dan di sore hari menyeka kotor di kakiku. sebagai ganti, kuberikan dedauan dan rerantingan untuk dikirimkan bagi yang butuh. dan […]

Read more

api dan udara

api dalam hatiku tak kan terus menyala tanpamu, udaraku. — sebuah sumbu penghasil kreasi telah tertanam di hatiku. ia telah diberikanNya cuma-cuma padaku. kunyalakan membara dengan api semangat dan keberuntungan. setiap kesempatan, menjadi usahaku untuk tetap mengobarkannya. tetap saja dan tentu saja, tanpa udara, nyalanya tak akan tahan lama; tercekik lalu hilang perlahan. ialah; udara, yang terus menghidupkan seketika saat […]

Read more

hilang sebagian

baru kini semakin aku sadar, potong-potongan peristiwa yang tersimpan dalam ingatanmu, telah sebagian menghilang. aku; salah satu pengisinya, juga telah tersapu sebagian. menguap bersama air hujan yang dibakar panas matahari..

Read more