Hai Francis!
Saat kamu membaca tulisan ini, mungkin kamu sudah sekolah SD, berkuliah atau bahkan saat ayah dan ibu sudah tidak ada lagi.
Saat ini kamu baru mau mendaftarkan diri masuk SD. Sudah banyak hal-hal baik yang berkembang padamu. Kamu makin bisa berkomunikasi; lisan, tulisan, verbal dan non verbal. Pemikiranmu juga makin kritis. Ada-ada saja pertanyaanmu dan bantahanmu. Kamu juga makin bisa bekerja bersama dalam lingkungan’setidaknya di keluarga. Kamu pun makin kreatif; sudah bisa membuat lagu sendiri, joget-joget sesuai kehendak iramamu. Kamu sudah bisa main sepakbola, sudah bisa taekwondo, bahkan sudah bisa berenang (keterampilan yang ayah tidak kuasai).
Seberapapun perkembanganmu, aku dan ibumu sangat bangga padamu. Berkat Tuhan memang nyata adanya pada dirimu. Melihat kamu sejak keluar dari perut ibu, hingga saat ini kamu mau masuk SD (saat ini persis, kamu dan ibu sedang jalan-jalan keliling Jakarta naik Transjakarta dan kereta komuter kesukaannmu), hati ayah terasa hangat. Tak terasa air mata bahagia juga menitik pelan.
Jika pernah ada perkataan dan perlakuan aku dan ibumu yang melukai hati, kami minta maaf. Kami juga terus belajar menjadi orang tua. Tapi ketahuilah (Francis juga pasti sudah tahu) kalau kami sangat mengasihimu! Dengan bekal kasih dari Tuhan dan orang tuamu, saat kamu sudah sekolah nanti, kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri, ya. Dunia ini perlu lebih banyak kasih daripada hal-hal lain.