08/06/200814/10/2009Acak, PuisiBy FA Triatmoko HS airmata doa ketika hati terlalu sedih untuk berbicara, dan kata-kata tidak keluar sedikitpun, airmatalah yang lalu berperan menjadi doa. Read more
24/05/200814/10/2009Acak, PuisiBy FA Triatmoko HS cepat/lambat, tidak tidak. aku tidak datang terlalu cepat, ataupun terlalu lambat. Read more
24/05/200814/10/2009Acak, PuisiBy FA Triatmoko HS kamu tersusun dari kebodohan, kebaikan, keterlambatan, kepintaran, ketidakmampuan, keyakinan, keterbelakangan, keindahan, dan lainnya. yang ada, aku cinta kamu. Read more
22/05/200814/10/2009Acak, PuisiBy FA Triatmoko HS melainkan tentu kamu setuju, bahwa bukan aku atau kamu yang menentukan, melainkan.. Read more
20/05/200814/10/2009Acak, PuisiBy FA Triatmoko HS jalur yang tepat, tempatku berjalan kini. ku tahu, karena ada Penunjuknya Read more
19/05/200814/10/2009Acak, PuisiBy FA Triatmoko HS berat, membawa pertempuran pribadi kemanapun ku pergi. apalagi saat terseretnya orang terkasih masuk ke dalam medan perang. Read more
19/05/200814/10/2009Acak, PuisiBy FA Triatmoko HS tahukah kamu, hari sekarang masih seperti hari lalu Read more
19/05/200814/10/2009Acak, PuisiBy FA Triatmoko HS memiliki dan mencintai bukan hal yang sama, bukan? Read more
19/05/200814/10/2009Acak, PuisiBy FA Triatmoko HS hantaman ombak masih seperti perahu, terombang-ambing gelombang. layarnya, badannya, tiangnya, nahkodanya, awaknya, terhantam ombak. Read more
15/05/200814/10/2009Acak, PuisiBy FA Triatmoko HS tenang lebih tenang, malam ini, bisa lebih tenang, tenang, di malam ini, bisa lebih tenang Read more