tuntas sudah
seperti dedaunan yang menuntaskan kehausan di saat hari hujan, setelah lama kemarau berkuasa. hari ini, itu yang kurasakan. *kembali dari mengobrol di sore hari
Read moreseperti dedaunan yang menuntaskan kehausan di saat hari hujan, setelah lama kemarau berkuasa. hari ini, itu yang kurasakan. *kembali dari mengobrol di sore hari
Read moresatu, dua, tiga? tidak.. telah tujuh. tidak terasa, sudah berganti tujuh tahun, sejak pertama mengenal dirimu. sudah dari pertemuan ke satu, aku terus mendatangimu. sampai kini, perjumpaan ke tujuh. dan tetap saja, tidak jenuh untuk mengulangnya lagi. *hidup kembali setiap tahun dalam obrolan senja
Read moresudah beratus ratus hari, sejak kecil, ku tinggal di sini. di sini, tepat di pinggir sungai ini, kakiku telah tertancap kuat. dulu, bibir sungai ini, olehku dan beberapa kerabat, dijadikan ruang hidup. air airnya, di pagi hari menggelitiki jari kakiku dan di sore hari menyeka kotor di kakiku. sebagai ganti, kuberikan dedauan dan rerantingan untuk dikirimkan bagi yang butuh. dan […]
Read moreapi dalam hatiku tak kan terus menyala tanpamu, udaraku. — sebuah sumbu penghasil kreasi telah tertanam di hatiku. ia telah diberikanNya cuma-cuma padaku. kunyalakan membara dengan api semangat dan keberuntungan. setiap kesempatan, menjadi usahaku untuk tetap mengobarkannya. tetap saja dan tentu saja, tanpa udara, nyalanya tak akan tahan lama; tercekik lalu hilang perlahan. ialah; udara, yang terus menghidupkan seketika saat […]
Read morebaru kini semakin aku sadar, potong-potongan peristiwa yang tersimpan dalam ingatanmu, telah sebagian menghilang. aku; salah satu pengisinya, juga telah tersapu sebagian. menguap bersama air hujan yang dibakar panas matahari..
Read moreada yang meletup di alam rasaku. sebentuk entah-aku-tak-tahu-apa, bagai meminta dialirkan; menimbulkan kegelisahan hati. perasaan itu mulai juga membuncahkan pikiran. hasilnya, satu dua kata mulai berkeliaran di alam pikirku. bergerak kanan, kiri, putar, balik, mencoba mewujud jadi kalimat kalimat yang berarti, sambil menyiapkan jalan dan bersiap menitis sebagai huruf-diatas-kertas namun, apa itu yang tiba tiba menyumbat jalurnya? apa itu yang […]
Read moredi tepian jalan,di siang yang penuh terik matahari, dua bocah kecil sedang melahap sebungkus nasi dengan ikan dan sayuran. satu anak,bercelana pendek, berkaos hitam,berkulit sama hitamtengah menyendok santapannya,dengan tangan dibungkus plastik hitam.“supaya tidak terkotori tanah di jari jari” mungkin begitu pikirnya. sesuap nasi, sesobek ikan, sedahan sayuran,dijejalkan masuk ke mulut.lagi,lagi,dan lagi..begitulah siklusnya.— satu yang lainnya,yang terlihat lebih kecil dan muda,dengan […]
Read morekamu telah pergi,dia juga sudah.. sedangkan kakiku,tak juga beranjak dari titik ini..— suatu waktu nanti,kamu kembali,dia datang lagi,dan membawa sebuah pengetahuan baru.. —–apakah aku masih terus,akan berdiri lalu berjalan di tempat saja? © 2007 oleh FA Triatmoko HS
Read moresebuah pesan kusampaikan padamu : Isa telah menyatakan cintanya bagi kita.siapkah dan maukah kita menerima giliran untuk berbagi cinta?— kuantarkan kepadamu,di malam,tepat dimana duniameyakini keselamatan telah datang,berkat cinta dari Sang Cinta. mungkin kau menyangka,semua sahabat yang kukenal,mendapati pesan yang sama. tidak,tidak,tidak..hanya kamu yang memperolehnya.. *suatu saat semoga kau membaca ini.. © 2007 oleh FA Triatmoko HS
Read morekukenang jawaban darimu : hanya itu yang bisa kuberikan. — sepanjang aku bisa mengingat, tak pernah ada kesempatan, dimana tanganmu membelai mesra kulit di kepalaku; menyusuri sela sela rambut, menyingkirkan air mata sebelum sampai pipi. sejauh ingatanku bisa kuhadirkan, belum pernah ada situasi, dimana nada suaramu menciptakan lagu yang indah: menceritakan dongeng kebajikan, memberikan kata bermuatan kasih. yang terjadi justru, […]
Read more