Awan Mendung dan Panas Mentari

Awan mendung berduyun-duyun, dengan gagah sekaligus menyeramkan, mulai menutupi wajah suatu negeri antah berantah. Namun, satu di antaranya berwajah masam. “Ayah, aku tak pernah suka jadi awan mendung!” kata segumpal awan mendung kecil. “Mengapa tak suka, nak?” “Lihat saja. Penduduk di bawah sana pasti langsung menghindariku. Tak ada yang mau main denganku. Kita ini selalu membawa ketakutan; bahkan bencana!” “Tapi […]

Read more

Ditampar Hebat

Kesombongan, tak kusadari telah menggerus niat untuk lanjut kuliah S2; dan aku menyadarinya dengan cara menyakitkan. Kupikir perjalananku setahun ini akan membawaku ke kota Enschede, kota kecil di Belanda tempat bermukimnya University of Twente. Namun kenyataan bicara lain. Meski sudah diterima di universitasnya, aku tak mendapat satu pun beasiswa. Alhasil, tak punya uang cukup untuk berkuliah. Sedih, pasti. Bertanya-tanya, iya. […]

Read more

Siapa Butuh Siapa?

Ternyata sesungguhnya kita yang membutuhkan mereka. — Dari kecil, kita selalu diajarkan untuk membantu sesama yang membutuhkan. Anak yatim piatu, pengemis, gelandangan, dan orang-orang yang hidupnya tak senyaman kita. Bantuan bisa berupa uang, makanan pakaian atau seminimal mungkin, doa. Ajaran itu masih ‘nempel’ sampai sekarang. Jadi kadang kita merasa enggan untuk memberikan sumbangan. Alasannya, kita juga membutuhkannya lho. Tapi kalau […]

Read more

Minus Dua dan Nol

Angin berhembus semilir menggoyangkan rerumputan. Nyamuk-nyamuk mulai keluar dari sarangnya, siap mencari mangsa. Matahari siap tertidur “Mengapa Aku ada sih?” tanya Minus Dua pada angka Nol. Nol diam saja sembari mencondongkan diri ke arah Minus Dua. “Aku tak habis pikir mengapa Ia memilih memakai namaku?” ditunjukknya seorang wanita usia hampir-20 tahun yang kini jadi tuannya. “Yang Aku tahu, Ia selalu […]

Read more

Titik Hujan, Tikus Tanah & Air Putih

Awan kecil sudah merelakan diri menjadi bagian dari bumi. Ia pun menitis menjadi hujan dan menyatu dengan tanah. Tapi betapa kecewanya ia ketika tahu apa yang ditemuinya disana. Perlahan ia menyusupi rongga-rongga tanah. Tak ada yang akan menghentikan niatnya kini. Namun tiba-tiba ia tertumbuk, semacam tembok berwarna putih. Bentuknya bulat dan berdinding. Kini awan kecil yang sudah menjadi titik hujan […]

Read more

Awan Kecil & Burung Jalak

Awan kecil siap menitik menuju tanah ibunya. Ditengoknya kembali langit dan ayahnya yang bergantung di sana. Ayah tersenyum bangga. Namun awan kecil merunduk dalam ketidakrelaan. “Aku masih ingin di langit. Bercanda dengan angin. Dikelitiki petir. Untuk apa aku mesti berjumpa dengan bumi?” Ia pun makin meluncur ke bumi dan makin tak ikhlas. — Tiba-tiba seekor burung jalak ikut menukik di […]

Read more

Awan Kecil

“Ayah, nanti aku mau jadi awan terus ya?” sambil berputar kesana kesini bersama angin. Ayah hanya tersenyum mendengar tingkah polah awan mini di sampingnya. “Di sini enak. Aku bisa lihat semua makhluk bumi. Atap pepohonan. Liukan sungai. Indah sekali mereka ya. Aku suka!” Ayah mengusap kepala anaknya dengan lembut. – Sampai suatu waktu. “Ayah, badanku kok makin berat ya? A..a..aku […]

Read more