Dari Psikolog Jadi Pembuat Kue

“Lalu (gelar) S2-nya mau diapain?” Begitulah komentar yang diterima Andita Saviera (28) saat memutuskan meninggalkan aktivitas sebagai psikolog dan menjadi seorang pembuat kue. Namun ia tetap melaju menjalani hasrat hatinya itu dan menemukan kegembiraan dalam profesi barunya. Ibu dari Naura Khalila (2,5) ini pada mulanya adalah lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Selepas lulus tahun 2005, ia langsung lanjutkan ke jenjang […]

Read more

Siapa Butuh Siapa?

Ternyata sesungguhnya kita yang membutuhkan mereka. — Dari kecil, kita selalu diajarkan untuk membantu sesama yang membutuhkan. Anak yatim piatu, pengemis, gelandangan, dan orang-orang yang hidupnya tak senyaman kita. Bantuan bisa berupa uang, makanan pakaian atau seminimal mungkin, doa. Ajaran itu masih ‘nempel’ sampai sekarang. Jadi kadang kita merasa enggan untuk memberikan sumbangan. Alasannya, kita juga membutuhkannya lho. Tapi kalau […]

Read more

Lebih Baik Sehat

Setelah menanti operasi gigi yang tertunda, hari Rabu pun tiba. Pagi-pagi aku sudah sampai di sana, dan bisa langsung menjalankan operasi. Dokterpun sudah siap dengan peralatan tempurnya. Hasil rontgen sudah dipajang di depan kursi operasi. “Besar juga ya. Untung Jumat lalu belum dicabut. Ternyata belum sama sekali tercabut. Ini operasi yang sulit, masuk kategori A3.” “Wah, saya jadi deg-degan dok […]

Read more

Lebih Baik (Tidak) Sakit Gigi

Sudah dua minggu lebih, gigi, mulut dan sekitarnya menjadi tema utama hidupku. Dan akhirnya, 2 hari belakangan ini, kesembuhan makin jadi milikku. Kejadiannya bermula dari Senin 11 Juli 2011, saat aku mengalami sakit gigi. Hari itu pagi-pagi aku mendatangi pusat kesehatan di kampus. Setelah bertemu dokter giginya, ternyata aku mestinya rontgen gigi dulu, baru konsultasi dengan beliau. Ya sudah, akhirnya […]

Read more

Kabar Menyesakkan

Ketidakberhasilanku mendapatkan beasiswa untuk sekolah ke Belanda, mengingatkanku pada seorang kawan. Sebut saja namanya Eno. Pria bertubuh pendek namun kekar ini adalah temanku sedari TK hingga SMP. Karena sekolah kami tak ada SMA-nya, maka kami pun berpisah. Sejak saat itu aku tak lagi mengetahui kabar berita tentangnya. Sampai suatu saat, sebuah info sampai di telingaku. Katanya, dia mendapat kesempatan berkuliah […]

Read more

Awan Kecil & Burung Jalak

Awan kecil siap menitik menuju tanah ibunya. Ditengoknya kembali langit dan ayahnya yang bergantung di sana. Ayah tersenyum bangga. Namun awan kecil merunduk dalam ketidakrelaan. “Aku masih ingin di langit. Bercanda dengan angin. Dikelitiki petir. Untuk apa aku mesti berjumpa dengan bumi?” Ia pun makin meluncur ke bumi dan makin tak ikhlas. — Tiba-tiba seekor burung jalak ikut menukik di […]

Read more

Awan Kecil

“Ayah, nanti aku mau jadi awan terus ya?” sambil berputar kesana kesini bersama angin. Ayah hanya tersenyum mendengar tingkah polah awan mini di sampingnya. “Di sini enak. Aku bisa lihat semua makhluk bumi. Atap pepohonan. Liukan sungai. Indah sekali mereka ya. Aku suka!” Ayah mengusap kepala anaknya dengan lembut. – Sampai suatu waktu. “Ayah, badanku kok makin berat ya? A..a..aku […]

Read more

Ada Meski Tak Terlihat

Selepas rapat, menjelang jam 4 sore, sebuah SMS datang seperti hujan deras memenuhi sungai di mataku. Aku sedang berbicara dengan seorang kolega, saat sebuah pesan singkat menggetarkan ponselku. Isinya, ibu berbicara menyelamati ulang tahunku. Banyak doa di sana, mulai dari pekerjaan, rejeki hingga pendidikan. Aku membacanya terus hingga di akhir, “aku sangat menyayangimu.” Aku tersedak. Sungai itu seperti hendak meluapi […]

Read more