Rumah Kebon No.56
Jadi, seperti ini rasanya ya. Meninggalkan rumah yang telah meneduhkan keluargaku; dan banyak saudara perantau, selama hampir 30 tahun.
Read moreJadi, seperti ini rasanya ya. Meninggalkan rumah yang telah meneduhkan keluargaku; dan banyak saudara perantau, selama hampir 30 tahun.
Read moreSegala sesuatu akan ada waktunya. Dulu aku pernah menggunakan waktu untuk mendaftarkan diri berkuliah di negara lain. Aku pernah, kala itu 3 bulan ikut les TOEFL iBT supaya dapat skor cukup, lalu ikut tesnya. Pernah juga kegirangan karena mendapatkan hasil tes yang lebih dari cukup. Cukup penuh perjuangan saat itu.
Read moreSejak berangkat pukul 6 pagi, sudah terbayang Taman Bunga Nusantara, seperti yang kukunjungi di awal 2012. Namun karena kami pergi di hari ketiga libur lebaran, semua warna-warni kembang yang terbayang, memudar segera. Kami berangkat bertujuh: Ibu, Bapak, 3 kakak dan 1 keponakan. Kami pergi dari Ciganjur, dan masuk tol Cijago. Karena lewat tol itu, kami lebih cepat sampai dekat tol […]
Read moreSetelah seminggu tak ada kabarnya, akhirnya terdengarlah info bahwa surat permohonan bantuan biaya pendidikanku sedang diproses. Semoga dalam waktu dekat ada berita menggembirakan. Kalau tidak, ya tak mengapa. Aku siap! Kabar itu muncul di sela kegiatan wawancara yang sedang kami jalankan di kantor. Aku dan beberapa teman sedang mencari fasilitator untuk kegiatan orientasi mahasiswa baru, lewat wawancara itu. Yang membahagiakan […]
Read moreAwan mendung berduyun-duyun, dengan gagah sekaligus menyeramkan, mulai menutupi wajah suatu negeri antah berantah. Namun, satu di antaranya berwajah masam. “Ayah, aku tak pernah suka jadi awan mendung!” kata segumpal awan mendung kecil. “Mengapa tak suka, nak?” “Lihat saja. Penduduk di bawah sana pasti langsung menghindariku. Tak ada yang mau main denganku. Kita ini selalu membawa ketakutan; bahkan bencana!” “Tapi […]
Read moreTernyata sesungguhnya kita yang membutuhkan mereka. — Dari kecil, kita selalu diajarkan untuk membantu sesama yang membutuhkan. Anak yatim piatu, pengemis, gelandangan, dan orang-orang yang hidupnya tak senyaman kita. Bantuan bisa berupa uang, makanan pakaian atau seminimal mungkin, doa. Ajaran itu masih ‘nempel’ sampai sekarang. Jadi kadang kita merasa enggan untuk memberikan sumbangan. Alasannya, kita juga membutuhkannya lho. Tapi kalau […]
Read moreSetelah menanti operasi gigi yang tertunda, hari Rabu pun tiba. Pagi-pagi aku sudah sampai di sana, dan bisa langsung menjalankan operasi. Dokterpun sudah siap dengan peralatan tempurnya. Hasil rontgen sudah dipajang di depan kursi operasi. “Besar juga ya. Untung Jumat lalu belum dicabut. Ternyata belum sama sekali tercabut. Ini operasi yang sulit, masuk kategori A3.” “Wah, saya jadi deg-degan dok […]
Read moreSudah dua minggu lebih, gigi, mulut dan sekitarnya menjadi tema utama hidupku. Dan akhirnya, 2 hari belakangan ini, kesembuhan makin jadi milikku. Kejadiannya bermula dari Senin 11 Juli 2011, saat aku mengalami sakit gigi. Hari itu pagi-pagi aku mendatangi pusat kesehatan di kampus. Setelah bertemu dokter giginya, ternyata aku mestinya rontgen gigi dulu, baru konsultasi dengan beliau. Ya sudah, akhirnya […]
Read moreAwan kecil siap menitik menuju tanah ibunya. Ditengoknya kembali langit dan ayahnya yang bergantung di sana. Ayah tersenyum bangga. Namun awan kecil merunduk dalam ketidakrelaan. “Aku masih ingin di langit. Bercanda dengan angin. Dikelitiki petir. Untuk apa aku mesti berjumpa dengan bumi?” Ia pun makin meluncur ke bumi dan makin tak ikhlas. — Tiba-tiba seekor burung jalak ikut menukik di […]
Read more