Berserah Diri dan Ikhlas Menerima

Sudah kurang lebih 3 bulan aku mempersiapkan diri untuk hari ini. Namun nampaknya aku kurang maksimal hari ini. Jadilah ketidaktenangan ini muncul sedari siang. Namun aku bisa apa lagi, selain berserah padaYang Punya Segala Kuasa? — Tiga bulan sudah aku ikut persiapan internet-based TOEFL (iBT). Tujuannya jelas, agar siap ambil tes tersebut, mendapat nilai 90 dan mendaftarkan diri ke University […]

Read more

Suara Tetap Biasa Saja, Namun…

Di hadapanku, sekumpulan anak sedang berkumpul dan berlatihan paduan suara. Usia mereka beragam. Terkecil nampaknya berusia 7 tahun, dan yang terbesar sekitar 15-an. Saat ini, mereka sedang melantunkan lagu natal untuk ditampilkan di malam natal. Melihat latihan ini, aku jadi ingat beberapa tahun lalu saat tergabung di Psychoir, paduan suara kampus psikologi UI. Tak percaya aku anggota choir? Sama. Aku […]

Read more

Inspirasi Konser Bonita “Terima Kasih”

Aku memang lebih banyak fokus belajar memotret, namun seperti biasa, penampilan Bonita and the Hus Band pada 2 Desember 2010 lalu, tetap saja terasa energinya dan mampu menginspirasiku. Jam 7-an malam aku sudah tiba di pelataran parkir motor Teater Salihara. Niatnya hendak menonton konser Bonita bertajuk “Terima Kasih”. Dari lama aku ingin sekali menonton mereka tampil. “Pasti akan menyenangkan sekali,” […]

Read more

Ingin Menginspirasimu

Bepergian dengan bis dan angkot memang menyenangkan; jika kita kesampingkan masalah kemacetan. Saat-saat duduk di kursi yang keras dan jauh dari nyaman itu selalu bisa kugunakan untuk melakukan hal yang kusuka: berpikir. Mulai dari mengomentari papan iklan besar yang terpampang di pinggir jalan, hingga memikirkan krisis iklim atau masalah kehidupan dan kematian. Kadang pikir memikir ini membuatku lelah, namun kadang […]

Read more

Hanya Pemikiran Kita Yang Tidak Baru

Kubuka mata setelah tidur menutupnya malam ini. Kugapai-gapai ponsel, yang biasanya ada di samping kiri badanku (atau kadang tertindihnya). Kupicingkan mata menatapnya; mencoba mencari tahu jam berapa sekarang. 05.36. Begitu terlihat di layarnya. Sudah beberapa minggu ini aku selalu terbangun di jam-jam yang kurang lebih sama seperti hari ini. Aku jadi teringat pada suatu masa dalam hidupku. Kala itu, Aku […]

Read more

Sorry, You’re the Speaker

Di Sebuah ruang konferensi; di Hotel Sheraton Yogyakarta, aku baru saja sampai di ruangan dan langsung mendekati meja tempat pembicara akan menyampaikan presentasinya. Singaporean: “Could you help me with this?” (sambil melihatku, lalu menunjukkan laptopnya dan sebuah kabel penghubung leptop dengan LCD). M: (menengok ke arahnya; keheranan dalam hati) siapa dia?” Singaporean: (menengok ke arahku lagi; kali ini melihat name […]

Read more

Makanlah Sayur Buatan Ibu

Sore-sore. Hujan. Basah-basah. Dingin-dingin. Wah, enaknya makan mi rebus nih. Jadi, setelah sampai rumah keinginan itu makin nyata. Seturun dari motor, aku langsung menghampiri ibu. Kulihat ia, berdaster, memegang kemoceng sambil mengelap kaca depan rumah. Kaca itu baru saja dikeringkannya, setelah basah oleh cipratan hujan angin sore ini. “Ada indomi gak?” tanyaku. “Ada, di panci,” jawabnya. Ibu memang biasa menyimpan […]

Read more

(Kembali) Berjabat Tangan

Sudah semenjak lama tak bersalaman, melontarkan senyum, menyebut nama sendiri dan mendapatkan nama seseorang, lalu menjadi teman. Beberapa waktu belakangan ini, teman lebih sering didapat didapat dari notifikasi: sebuah foto, nama orang, profil (yang kadang bisa diklik atau kadang tidak), dan permintaan confirm atau ignore. Jika kenal dengan nama dan mukanya, pilihan pertama segera diambil. Lalu, jadilah ia temanku. Jika […]

Read more

Mengapa Takut Hujan?

Selamat! Hampir saja Aku kehujanan.. Semenit saja Aku terlambat berjalan ke rekorat, dari psikologi, tentu Aku sudah menjadi santapan hujan deras. Ketika masih di psikologi pun, aku sudah diajak kenalan hujan rintik. Meneduh di kantin pun harus kulakukan. Di tengah perjalanan menuju rektorat, kira-kira 400 meter dari tempatku berteduh, Aku pun mulai merasakan hujan yang semakin besar butirnya. Saat itu, […]

Read more

Rhoma Irama Meninggal!

Seorang pak tua penjual koran, muncul dari pintu bis kota yang kutumpangi. Sepasang ibu, kira-kira 40 tahun usianya, duduk dan berbincang di kursi depanku. Siang menjelang sore itu, aku sedang di terminal Kp. Rambutan; hendak pulang. Pak tua mulai nyerocos; menceritakan singkat isi koran yang sedang dijualnya. Ibu-ibu juga asyik nyerocos; entah apa isi obrolannya. “Pro-kontra Kedatangan Miyabi ke Indonesia,” begitu […]

Read more