Aku dan istriku menikah beda gereja. Aku beragama Katolik, sedangkan istri beragama Protestan. Francis sendiri dibaptis Katolik. Namun ketika beribadah, kami memperkenalkan Francis dengan keragaman ibadah kedua orang tuanya. Ada kalanya ia ikut beribadah di gereja Protestan, dan ada kalanya bergereja di Katolik. Ia juga kadang ikut sekolah minggu di keduanya.
Secara umum, Francis sudah rajin berdoa. Saat mau makan, saat mau pergi maupun saat hendak tidur. Ia juga sudah nampak dapat menunjukkan tingkah laku mengasihi orang lain, misalkan dengan berbagi makanan, dengan tidak memukul teman, dan lain-lain. Bagi kami, tindakan nyata itu adalah bentuk ibadah yang kami coba kami tanamkan pada Francis.
Saat bersekolah di TK Tetum, kami juga mengapresiasi sekolah dengan menyediakan waktu bagi Francis membaca alkitab saat teman-temannya sedang belajar mengaji. Namun kami masih berharap ia dapat memiliki komunitas teman yang seagama, baik di sekolah maupun di lingkungan secara umum.
Semoga SD Tetum juga nanti makin mengakomodir siswanya yang beragam agamanya, sehingga Francis dapat makin mengenal teman-teman dari berbagai latar belakang dan mengasah diri menjai lebih empatik.